Camat Ciracas Tinjau Pembangunan Embung Penganten Ali
Camat Ciracas, Panangaran Ritonga melakukan peninjauan pembangunan Embung Penganten Ali di Jalan Penganten Ali, RW 06, Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Hingga saat ini, progres pekerjaan diketahui sudah mencapai sekitar 60 persen dan ditargetkan rampung pada 15 Desember 2026.
"Mengendalikan aliran air"
Embung seluas kurang lebih satu hektare tersebut dibangun untuk membantu mengatasi genangan di wilayah sekitar sekaligus mengurangi debit air yang selama ini langsung mengalir ke Kali Cipinang.
Perkuat Infrastruktur Pengendali Banjir, Pram Resmikan Dua Embung Konservasi di JaktimPantauan di lapangan, dua alat berat jenis ekskavator mini dikerahkan untuk mengerjakan area lintasan joging yang mengelilingi embung. Sejumlah pekerja juga masih menyelesaikan pembangunan turap setinggi dua meter yang mengelilingi area tersebut.
Camat Ciracas, Panangaran Ritonga mengatakan, pembangunan Embung Penganten Ali merupakan usulan warga melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pada 2024. Lahan yang digunakan merupakan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) dari PT Centek.
"Pembangunan embung dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta melalui pelaksana yang memenangkan lelang melalui katalog elektronik di dinas," ujarnya, Selasa (27/10).
Panangaran mengapresiasi Dinas SDA DKI Jakarta yang sudah merealisasikan pembangunan embung tersebut. Keberadaan embung diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurangi genangan di kawasan Ciracas.
"Selain menampung air, embung ini dirancang untuk mengendalikan aliran air dari permukiman warga RW 06, Kelurahan Ciracas dan kawasan apartemen LRT sebelum dialirkan ke Kali Cipinang," terangnya.
Ia berharap, Embung Penganten Ali nantinya tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengendalian banjir, tetapi juga menjadi ruang publik dan destinasi rekreasi bagi masyarakat.
"Embung ini juga dilengkapi jogging track dan fasilitas lainnya. Kami berharap warga dapat memanfaatkan sekaligus menjaga fasilitas ini dengan baik," ungkapnya.
Sementara itu, pelaksana proyek, Misran memaparkan, pekerjaan fisik dimulai pada Agustus 2026. Saat ini, kami fokus pada pembuatan jogging track sepanjang 300 meter dengan lebar dua meter.
"Embung dibuat hingga berkedalaman 4,5 meter agar maksimal menjadi salah satu sistem pengendali banjir," ucapnya.
Ia menambahkan, lintasan joging tersebut akan menggunakan beton siap pakai dengan pola menyerupai susunan bata. Kawasan embung juga akan dilengkapi sejumlah tanaman untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan nyaman.
"Adapun fasilitas pendukung yang disiapkan meliputi anjungan, tempat berteduh (shelter), serta tempat duduk bagi warga," Imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang warga setempat, Wahyudin (45) mengapresiasi pembangunan Embung Penganten Ali karena akan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam upaya mengatasi genangan.
"Kami berharap pekerjaan cepat rampung dan warga bisa merasakan manfaatnya. Apalagi, ada jogging track sehingga warga bisa berolahraga di sini," tandasnya.